Connect with us

Ragam

Sentra Vaksinasi tiket.com Sudah Melayani 11.000 Peserta Vaksin

Avatar

Published

on

Sentra Vaksinasi Tiket.com

Serbapromosi.co – Sejumlah langkah tegas diambil Pemerintah guna menekan lonjakan kasus COVID-19. Pemberlakukan PPKM diterapkan di sejumlah wilayah dan program vaksinasi secara skala nasional tengah digencarkan.

Sebagai upaya bentuk mendukung program vaksinasi nasional, tiket.com tengah menjalankan sentra vaksinasi perdananya yang berlokasi di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta Pusat.

Sebanyak total 12.000 vaksin AstraZeneca tengah diberikan kepada penduduk kategori usia 18+ tahun, masyarakat golongan usia pra-lansia (50–59 tahun), serta pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdomisili dan bekerja di DKI Jakarta.

Penyuntikan vaksin dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak minimal 12 minggu dari penyuntikan pertama. Penyuntikan vaksin Tahap 1 tengah berjalan, yaitu pada tanggal 14-26 Juni 2021. Sedangkan, vaksin Tahap 2 akan berlangsung pada 06-18 September 2021.

Berdasarkan data per 23 Juni, semenjak dibuka Sentra Vaksinasi tiket.com pada 14 juni lalu, tiket.com telah mengakomodir lebih dari 11.000 pendaftar, di mana pekerja parekraf di DKI Jakarta mengisi komposisi 52% dari total seluruh penerima vaksin.

Meningkatnya jumlah rata-rata kunjungan sentra vaksinasi di setiap harinya dapat sekaligus menjadi cerminan dengan mulai meningkatnya kesadaran masyarakat khususnya warga DKI Jakarta akan pentingnya melakukan perlindungan diri dari Covid-19, di mana secara langsung juga turut mendukung penenkanan laju Covid-19 di DKI Jakarta.

“Kami sungguh berharap bahwa sentra vaksinasi tiket.com dapat semakin menjangkau masyarakat dari segala lapisan dan dalam kategori usia yang semakin luas hingga tercapainya kondisi kekebalan kelompok. Sebanyak 52% pekerja parekraf yang menerima vaksin di sentra vaksin tiket.com. Kami berharap bahwa program ini turut serta menggenjot target Kemenparekraf untuk pencapaian target penerima vaksin dari golongan pekerja parekraf,” ujar Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Marketing Officer, tiket.com.

Baca juga: Covid-19 Makin Ngeri! Hindari 9 Aktivitas Ini Biar Tidak Tertular

Sebelumnya, saat peresmian sentra vaksinasi tiket.com (14/6), Sandiaga S Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, berkata, “Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masih belum mencapai target yang kita tentukan, yaitu masih di bawah 5%. Kita harapkan di DKI Jakarta, teman-teman dapat turut memasifkan, menggencarkan, dan mengeksekusi dengan cepat program vaksinasi ini.

Dengan target 12.000 penerima vaksin selama 13 hari, saya ingin mengundang lebih banyak lagi yang berkolaborasi, sehingga kekebalan kelompok di sektor pariwisata ekonomi kreatif bisa kita capai. Mari kita bangkit, menang melawan Covid, and together we can do it!”

Sentra Vaksinasi Tiket.com

Sentra vaksinasi ini merupakan wujud nyata komitmen tiket.com untuk menjadi yang pertama dalam membantu mempercepat pemulihan industri pariwisata Indonesia. Selain mengedepankan kemudahan pendaftaran secara online melalui aplikasi tiket.com, sentra vaksinasi ini juga dibangun dengan fasilitas logistik terpadu demi kenyamanan pengunjung.

Setelah melakukan vaksinasi tahap 1, penerima vaksin diarahkan untuk langsung melakukan pendaftaran vaksinasi tahap 2 secara online melalui aplikasi tiket.com dengan memilih tanggal kedatangan sesuai dengan arahan petugas yaitu minimal 12 minggu dari tanggal penyuntikan pertama.

tiket.com mengumumkan Vaksinasi Tahap 2 bagi para peserta yang telah, sedang, atau akan menerima vaksin di Sentra Vaksinasi tiket.com yang berlokasi di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta Pusat, pada Senin, 06 September hingga Sabtu, 18 September 2021. Sentra vaksinasi tiket.com beroperasi setiap hari kecuali hari Minggu.

tiket.com mengajak agar penerima vaksin dapat secara taat mengikuti petunjuk dari rekan tenaga medis di sentra vaksinasi dalam penentuan jadwal vaksinasi Tahap 2. Suntikan kedua vaksinasi merupakan prosedur yang patut diikuti dengan taat agar terbentuk imunitas tubuh yang sempurna. Selain itu, praktek protokol kesehatan 5M setelah vaksin pun perlu terus diterapkan agar kesehatan senantiasa terjaga.

Informasi Promosi, Teknologi & Lifestyle || Memberikan informasi promosi, berita terbaru seputar teknologi dan gadget, serta gaya hidup (lifestyle)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ragam

Eco-Enzyme Indonesia Bersama Komunitas Urban Farming Ubah Sampah Menjadi Produk Bermanfaat

Eco-Enzyme Indonesia berkolaborasi dengan Komunitas Urban Farming lokal telah memproduksi sekitar 2500 liter Eco Enzyme dari 525 kg sampah organik, berdasarkan formulasi hasil penelitian oleh Dr Rosukon Poompanvong dari Thailand.

Avatar

Published

on

Serbapromosi.co – Berawal dari keinginan untuk dapat berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, Eco-Enzyme Indonesia sebagai salah satu organisasi non profit yang aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan telah menyelesaikan Project pertamanya di awal tahun 2022.

Berlokasi di Rumah Susun Pengadegan Timur, Jakarta Selatan, Eco-Enzyme Indonesia berkolaborasi dengan Komunitas Urban Farming lokal telah memproduksi sekitar 2500 liter Eco Enzyme berdasarkan formulasi hasil penelitian oleh Dr Rosukon Poompanvong dari Thailand.

Eco Enzyme sendiri merupakan cairan organik kompleks hasil fermentasi campuran antara sampah organik berupa sisa sayuran dan buah-buahan dengan gula tebu atau aren dan air. Eco Enzyme termasuk dalam “green product” yang memiliki banyak fungsi seperti nutrisi untuk kegiatan pertanian,peternakan dan perikanan, cairan pembersih (disinfektan), penyegar udara, penjernih air, dll.

Tim Eco-Enzyme Indonesia bersama Komunitas Urban Farming

Rumah susun Pengadegan Timur di Jakarta Selatan dipilih menjadi lokasi pilot project ini karena sebelumnya di lokasi ini belum ada pemilahan dan pemanfaatan sampah/limbah daur ulang. Pada tahap awal, tim Eco Enzyme Indonesia menyediakan sarana berupa tong-tong berkapasitas 100 liter yang ditempatkan di banyak titik di rumah susun dan sekitarnya untuk mengakomodir pemilahan sampah sebelum proses fermentasi secara organik.

“Project ini merupakan upaya untuk mengelola sampah organik menjadi produk yang bermanfaat sehingga mengurangi volume sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu juga kami juga ingin memperkenalkan Eco-Enzyme sebagai salah satu solusi lingkungan dan lebih lanjut bisa memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengolah produk yang memiliki dapat memberikan nilai dan manfaat”, ujar Sammy Aula, Founder Eco-Enzyme Indonesia.

Project ini telah berhasil mengkonversi sekitar 525 Kg sampah organik berupa sisa sayur dan buah yang berasal dari rumah susun dan pasar di sekitar menjadi 2500 liter Eco Enzyme dalam waktu 3 bulan pada tahap awal.

Tidak hanya terlibat dalam proses awal, Tim Eco Enzyme Indonesia juga melakukan monitoring terhadap program ini secara berkala dan memastikan bahwa program ini kedepannya dapat terus dilanjutkan oleh Komunitas Urban Farming secara berkelanjutan.

Product launch Eco-Enzyme Indonesia

Saparno, Ketua Komunitas Urban Farming di Rumah Susun Pengadegan mengucapkan terima Kasih atas dukungan dari Eco-Enzyme Indonesia sehingga mereka mendapatkan kesempatan untuk bisa berkolaborasi dan memberikan dampak positif untuk lingkungan sekitar.

Produk hasil dari project ini mereka gunakan untuk kegiatan urban farming, seperti campuran nutrisi untuk hidroponik dan kolam akuaponik. Bagi penghuni rusun yang lain juga dapat menggunakan produk ini sebagai cairan pembersih dan penjernih air di ruangan mereka sehingga dapat mengurangi pemakaian produk-produk pembersih berbasis bahan kimia.

Selain mendonasikan kepada para penghuni rusun, hasil produk dari Eco Enzyme ini juga didonasikan untuk karang taruna, kelompok-kelompok masyarakat yang ada di Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan dan Palang Merah Indonesia untuk nantinya dapat dipergunakan sebagai Bio Disinfektan.

Di lokasi pilot project ini juga, masyarakat luas dapat berkunjung untuk dapat melihat proses pembuatan Eco Enzyme dan juga belajar pembuatan Eco Enzyme secara langsung. Ini juga merupakan value jangka panjang yang diharapkan dari project ini sehingga masyarakat luas dan mengenal Eco Enzyme sebagai salah satu alternatif dalam mengelola dan mengolah sampah organik dan mereka dapat mempraktekan secara mandiri kedepannya, mengingat proses fermentasi dan perlakuan yang cukup sederhana dalam membuat Eco Enzyme.

Continue Reading

Ragam

Yayasan Erajaya Menyulap Limbah Organik Menjadi Eco-enzyme

YAYASAN ERAJAYA PEDULI BANGSA melanjutkan program berwawasan lingkungan, memanfaatkan Limbah Organik menjadi eco-enzyme

Avatar

Published

on

Serbapromosi.co – Yayasan Erajaya Peduli Bangsa, lembaga nirlaba dari PT Erajaya Swasembada Tbk, berhasil menjalankan program pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme, salah satu perwujudan dari pilar LENTERA Erajaya Peduli yakni Lentera Hijau dan menyelesaikan pilot project yang dicanangkan sejak bulan Desember 2021.

Program ini melakukan pengelolaan dan pengolahan limbah sayuran dan buah-buahan melalui proses fermentasi, untuk dijadikan produk hijau yang memiliki banyak manfaat serta berwawasan lingkungan. Bekerjasama dengan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Bogor, pilot project yang dimulai pada November tahun 2021 dan kini telah membuahkan hasil.

Selama periode Desember 2021 – April 2022 sebanyak 200 liter eco-enzyme dihasilkan dari pengolahan sampah dapur kelompok tani binaan di Kawasan Wana Erajaya, Rumpin, Kabupaten Bogor.

Jimmy Perangin Angin, Chief Human Capital, Legal dan CSR mengatakan, “Yayasan Erajaya Peduli Bangsa bersama dengan BDLHK Bogor melihat potensi untuk memperkenalkan dan mengembangkan program eco-enzyme ini untuk mengurangi volume sampah organik yang dibuang oleh masyarakat hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah. Hal ini merupakan bagian dari komitmen dari Yayasan Erajaya Peduli Bangsa untuk selalu pro aktif dalam kegiatan-kegiatan berwawasan lingkungan yang berkesimbungan.”

Eco-enzyme merupakan salah satu upaya pemanfaatan limbah yang sederhana dan cukup mudah dipraktikan dalam lingkup rumah tangga atau komunitas. Selain itu, eco-enzyme disebut juga sebagai cairan multiguna karena dapat digunakan baik sebagai pembersih lantai, pembersih sayur dan buah, penjernih air, penyegar udara, penangkal serangga dan penyubur tanaman.

Formulasi eco-enzyme dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand yang kemudian diadopsi oleh banyak komunitas/pengiat lingkungan, termasuk di Indonesia.

Eco-enzyme

Hasil dari program ini tidak hanya untuk dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman di kegiatan pertanian saja. Namun secara bertahap, masyarakat dapat menggunakan sebagai penjernih air, cairan pembersih untuk keperluan rumah tangga sehingga sedikit demi sedikit bisa mengurangi penggunaan produk berbasis bahan kimia.

Tidak hanya menyediakan sarana dan prasarana untuk pembuatan eco-enzyme secara berkelanjutan, Yayasan Erajaya Peduli Bangsa dan BDLHK Bogor juga melakukan edukasi terkait eco- enzyme untuk kelompok masyarakat/komunitas yang berkunjung ke Kawasan Rumpin Eco Edu Forest.

Continue Reading
Advertisement

Kulineran Hemat

Advertisement

Fashion & Beauty

OTOTREND