Connect with us

Ragam

Yayasan Erajaya Peduli Bangsa Distribusikan Hewan Qurban

Yayasan Erajaya Peduli Bangsa Distribusikan Hewan Qurban berupa 2 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing, dalam memperingati Idul Adha 1443H

Avatar

Published

on

Serbapromosi.co – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1443 H, Yayasan Erajaya Peduli Bangsa diketahui telah mendistribusikan Hewan Qurban berupa 2 ekor sapi dan 7 ekor kambing untuk masyarakat di Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Filantrophy Erajaya Group yang dirutin dilakukan setiap tahunnya.

qurban Yayasan Erajaya Peduli Bangsa, Idul Adha 1443H

Sebagai informasi, Yayasan Erajaya Peduli Bangsa merupakan lembaga non-profit yang didirikan oleh PT Erajaya Swasembada Tbk pada tahun 2021. Ini adalah bentuk tanggung jawab perusahaan sebagai wadah untuk mengelola kedermawaanan dan aktivitas sosial perusahaan secara terpadu, terintegrasi, fokus, dan berdampak luas serta berkesinambungan.

Yayasan Erajaya Peduli Bangsa juga berkontribusi aktif dan positif dalam mendukung kesejahteraan sosial, kemanusiaan dan keagamaan secara berkelanjutan

SHARE

Ragam

Bina Swadaya dan UGM Luncurkan Peta Jalan dan Strategi Aksi Untuk Bangun Resiliensi Masyarakat Adat Pasca Pandemi

Peta Jalan dan Strategi Aksi ini merupakan bentuk komitmen Yayasan Bina Swadaya dan UGM untuk terus membantu masyarakat adat untuk terus berdaya dan mandiri di tengah pandemi Covid-19

Avatar

Published

on

Serbapromosi.co – Yayasan Bina Swadaya bersama dengan Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan Universitas Gadjah Mada (PSPK UGM) meluncurkan “Peta Jalan dan Strategi Aksi Pemulihan Dampak Pandemi Covid-19 yang Berkeadilan dan Berkelanjutan Pada Kelompok Masyarakat Adat” sebagai acuan aksi pemulihan dampak pandemi pada masyarakat adat dalam 10 tahun ke depan.

Hal ini didasari fakta bahwa sebanyak 70 juta penduduk Indonesia merupakan bagian dari komunitas adat. Mereka memiliki kontribusi nilai ekonomi yang signifikan, dengan angka yang mencapai 159,93 miliar per tahun. Meski demikian, hingga saat ini, belum ada pemetaan yang komprehensif terkait dampak pandemi terhadap kelestarian dan kesejahteraan komunitas adat. Padahal, menurut United Nations Development Program (UNDP), masyarakat adat tiga kali lipat lebih berisiko terjerumus dalam kondisi kemiskinan di tengah guncangan pandemi Covid-19 .

“Peta Jalan dan Strategi Aksi ini merupakan bentuk komitmen Yayasan Bina Swadaya untuk terus membantu masyarakat adat untuk terus berdaya dan mandiri di tengah pandemi Covid-19,” ujar Bayu Krisnamurthi, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Bina Swadaya.

Inisiatif Bina Swadaya ini disambut baik oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Hilmar Farid.

“Pemulihan ekonomi pasca pandemi memerlukan strategi yang berkelanjutan dan inklusif. Kami di Direktorat Jenderal Kebudayaan, menyambut baik kerja sama untuk mengangkat kembali kekayaan pengetahuan lokal tentang lingkungan, seperti yang dilakukan oleh Bina Yayasan Bina Swadaya dan PSPK UGM melalui pembuatan Peta Jalan dan Strategi Aksi ini. Inisiatif seperti ini dapat mendorong tercapainya target pembangunan yang berkelanjutan (SDGs),” ujar Dr. Hilmar.

Poppy Ismalina, Ketua Tim Penyusunan Peta Jalan dan Strategi Aksi bagi Kelompok-Kelompok Terdampak menjelaskan bahwa masyarakat adat merupakan salah satu dari enam kelompok rentan yang perlu diperhatikan dalam proses pemulihan pasca pandemi.

“Kami mengidentifikasi pemangku kepentingan terkait sebelum membuat peta. Kami dasari peta jalan itu dengan lima prinsip, yakni prinsip kesetaraan, partisipasi, dan yang penting adalah bagaimana peta jalan dan strategi akses ini membuka akses informasi dan membangun kepercayaan publik terhadap apa yang kita akan lakukan untuk pemulihan pasca pandemi.”

Temuan lapangan dari tim penyusun menyimpulkan bahwa meski memiliki kerentanan, masyarakat adat memiliki daya adaptasi dan resiliensi yang tinggi.

“Memang mereka kelihatannya tidak membutuhkan bantuan dari pihak lain, tapi kemudian kami identifikasi tentu saja perlu ada dukungan yang utuh untuk kehidupan yang jauh lebih baik bagi semua kelompok rentan, termasuk masyarakat adat,” jelas Poppy.

Studi untuk memahami kerentanan dan resiliensi masyarakat adat melibatkan setidaknya empat kelompok masyarakat adat, yakni Senama Nenek, Urug, Ciptagelar dan Samin (Sedulur Sikep).

“Banyak hal yang berkontribusi terhadap kerentanan masyarakat adat, termasuk meluasnya ekspansi pasar, rusaknya ekosistem karena land grabbing, dan marjinalisasi budaya,” jelas Dr. Bambang Hudayana, M.A. Kepala Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM, dan Ketua Tim Peneliti Peta Jalan untuk Kelompok Masyarakat Adat.

Meski demikian, beliau menambahkan bahwa masyarakat adat mampu membangun resiliensi, terlebih jika mendapatkan dukungan untuk mengembangkan pengetahuan budaya sebagai bagian dari kekuatan mereka.

“Budaya menjadi kekuatan masyarakat adat dalam beradaptasi dengan lingkungan, namun dalam sebagian besar kasus di lapangan, budaya ini semakin lama semakin terpinggirkan, padahal ini merupakan aset menuju kemandirian. Kekuatan yang penting menuju kemandirian berawal dari dalam masyarakat itu sendiri, termasuk kearifan lokal, budaya, sumber daya alam, dan modal sosial yang bisa semakin kuat melalui inklusi sosial dan emansipasi,” jelas Dr. Bambang.

Dalam lima tahun pertama, program memfokuskan pada pemulihan ekonomi dengan cara meningkatkan dukungan kebijakan pemerintah untuk memproteksi hak-hak masyarakat adat atas penguasaan dan pemanfaatan sumber daya alam di lingkungannya. Sementara dalam lima tahun kedua, program memfokuskan pada peningkatan ketahanan ekonomi seiring dengan meluasnya globalisasi dan ekonomi disrupsi sehingga ekonomi masyarakat adat bisa bertahan, dan bahkan mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan ketangguhannya.

Senada dengan Dr. Bambang, Yuli Prasetyo Nugroho, Kepala Sub Direktorat Pengakuan Hutan Adat dan Perlindungan Kearifan Lokal, Direktorat Pengaduan Konflik, Tenurial dan Hutan Adat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menyebutkan pentingnya peran lembaga adat dalam implementasi Peta Jalan menuju pemulihan pasca pandemi.

“Sejauh ini kami mengidentifikasi ada 83.000 desa adat, 36.000 desa di antaranya memiliki lembaga adat yang bisa dilibatkan dalam proses pembangunan resiliensi yang disebutkan oleh Pak Bambang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prasetyo juga menekankan perlunya perlindungan terhadap kearifan lokal. “Banyak terjadi pembajakan terhadap kearifan lokal yang tidak dilindungi. Contohnya, ada masyarakat adat yang menjadi satu-satunya pengelola atau produsen hasil alam tertentu, tetapi harga yang tidak menentu dan tidak dilindungi kemudian menjadikan mereka rentan. Ini menjadi bukti pentingnya perlindungan dalam bentuk hukum dan kebijakan,” ujar Prasetyo menambahkan.

Annas Radin Syarif, Deputi III Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Urusan Ekonomi yang turut hadir dalam acara menanggapi peta jalan gagasan PSPK UGM – Yayasan Bina Swadaya sebagai masukan berharga dalam kerja AMAN, komunitas akar rumput, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami berterima kasih atas dibuatnya Peta Jalan ini karena dapat menjadi masukan dalam kerja kami untuk meningkatkan resiliensi masyarakat Adat, terutama langkah-langkah yang mendukung keamanan tenurial.”

Annas juga memberi masukan agar implementasi Peta Jalan dan Strategi Aksi disesuaikan dengan kondisi masyarakat adat di lapangan.

“Semoga forum diseminasi peta jalan ini bisa menjadi awal yang baik bagi para ahli serta pemerhati masyarakat adat sehingga dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk mewujudkan peta jalan yang lebih baik dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” tambah Annas.

SHARE
Continue Reading

Ragam

Ajang Lari Virtual Maybank Marathon Anywhere 2021 Dapatkan 53 Top Finishers

Avatar

Published

on

Serbapromosi.co – Usai perhelatan ajang lari virtual Maybank Marathon Anywhere 2021 pada akhir pekan 11-12 Desember 2021 lalu, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (Maybank Indonesia) selaku penyelenggara ajang lari dengan elite labels road race marathon pertama di Indonesia, mengumumkan 53 Top Finishers yang berhasil menyelesaikan run challenge dengan catatan waktu terbaik yang terdiri dari 10 Top Finishers pria dan 10 Top Finishers wanita untuk dua kategori yang diperlombakan yakni 10K dan 21K serta untuk 42K terdiri dari 10 Top Finishers pria dan 3 Top Finishers wanita (daftar nama 53 Top Finishers terlampir).

Ada pun ke-53 Top Finishers ini akan mendapatkan slot lari dan akomodasi untuk berpartisipasi pada ajang lari Maybank Marathon 2022 yang direncanakan akan kembali digelar secara offline di Bali pada 2022 mendatang.

Presiden Direktur, Maybank Indonesia, Taswin Zakaria menyampaikan, “Kami turut bangga atas pencapaian ke-53 Top Finishers pria dan wanita dari tiga kategori yang diperlombakan pada akhir pekan lalu. Pencapaian ini tentunya merefleksikan semangat dan antusiasme yang tinggi dari komunitas pelari di tengah-tengah tantangan beraktifitas di masa pandemi sekaligus menegaskan kualitas penyelenggaraan Maybank Marathon Anywhere 2021”

Taswin menambahkan, “Kami mengucapkan selamat kepada para Top Finishers dan sampai jumpa tahun depan di Bali, Home of the Maybank Marathon. Kami berharap, rencana penyelenggaraan Maybank Marathon 2022 di Bali dapat sekaligus menjadi salah satu katalis pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali, khususnya sport tourism dimana pada penyelenggaraan Maybank Marathon Bali 2019 telah diikuti lebih dari 11,000 pelari dari 50 negara.”

Penyelenggaraan Maybank Marathon Anywhere 2021 ini merupakan rangkaian awal dari perayaan satu dekade Maybank Marathon yang dimulai pada tahun 2012 di Bali. Dengan komitmen untuk menyelenggarakan lomba lari berstandar internasional secara konsisten selama satu dekade penuh, Maybank Marathon telah memperoleh berbagai pengakuan badan olahraga nasional dan internasional yang diantaranya perolehan elite label road race marathon dari World Athletics. Maybank Marathon saat ini merupakan satu-satunya ajang lari di Indonesia yang menyandang label elit yang diakui badan internasional.

“Penyelenggaraan Maybank Marathon secara virtual melalui Maybank Marathon Anywhere 2021 akhir pekan kemarin, menjadi momen awal dalam memperingati satu dekade penyelenggaraan Maybank Marathon. Kami berharap seluruh pelari yang telah mengikuti challenge Maybank Marathon Anywhere 2021 mendapatkan pengalaman lari yang tidak kalah serunya dari Bali khususnya dalam hal mencetak prestasi lari pribadi masing-masing,” tutup Taswin.

Maybank Marathon Anywhere 2021

Seluruh peserta Maybank Marathon Anywhere 2021 yang mendaftar dan membeli merchandise serta menyelesaikan run challenge (finish) dan sudah diverifikasi akan mendapatkan early access untuk registrasi Maybank Marathon 2022 di Bali.

Untuk informasi mengenai pencapaian pelari Maybank Marathon 2021 dan mengenai penylenggaraan Maybank Marathon 2022 tersedia via laman https://www.maybank.co.id/Maybank-Marathon dan kanal sosial media Maybank Marathon melalui IG Maybank Marathon.

SHARE
Continue Reading

ngeHITZ