Connect with us

Life Tips

Bagi Kamu Yang Mulai Bekerja? Simak Hacks Keuangan ala Financial Planner Ini

Bersama ShopeePay, Prita Ghozie, CEO & Principal Consultant ZAP Finance, membagikan empat financial hacks untuk diterapkan oleh profesional muda, khususnya first jobber yang hendak memulai perencanaan keuangan dengan mudah dan nyaman

Avatar

Published

on

Serbapromosi.co – Bagi para profesional muda yang baru mulai meniti karir, menjalani hidup mandiri dan menghasilkan pendapatan sendiri menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan. Namun, jika tidak diimbangi dengan pengelolaan yang bijak, berbagai masalah berpotensi muncul dan memengaruhi kondisi keuangan jangka panjang.

Skenario ini juga didukung oleh hasil survei terkait perilaku keuangan oleh Zigi dan Katadata Insight Center (KIC) yang menyatakan bahwa mayoritas generasi Z & Y memiliki proporsi pengeluaran bulanan yang cenderung lebih besar dari pendapatan.

Menanggapi hal ini, Prita Ghozie, CEO & Principal Consultant ZAP Finance mengajak para profesional muda untuk memulai perencanaan keuangan sedini mungkin.

Prita mengatakan, “Ada beberapa kendala yang kerap dihadapi oleh para profesional muda, termasuk bagi yang baru mulai bekerja atau first jobber. Mulai dari perilaku konsumtif, tidak adanya tujuan keuangan jangka panjang, hingga terjebak pada persepsi bahwa merencanakan keuangan merupakan suatu hal yang rumit. Padahal, memiliki perencanaan keuangan yang jelas dan terukur dapat memudahkan kita dalam meraih aspirasi jangka panjang yang tidak terbatas pada urusan finansial saja. Dengan kata lain, kita jadi bisa memetakan strategi keuangan yang efektif untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, tanpa harus mengorbankan kebahagiaan kita.”

Bersama ShopeePay, Prita membagikan empat financial hacks untuk diterapkan oleh profesional muda, khususnya first jobber yang hendak memulai perencanaan keuangan dengan mudah dan nyaman.

1. Tiga kategori utama sebagai dasar alokasi rekening

Rekening living, saving, dan playing menjadi tiga kategori utama yang bisa diandalkan sebagai panduan dasar memisahkan rekening pribadi. Cara ini cocok untuk para profesional muda yang belum melakukan budgeting secara rinci, karena kategori dikelompokkan secara sederhana. “Penghasilan bulanan dapat dialokasikan dengan skema 50% ke dalam rekening living untuk kebutuhan esensial harian seperti makan, keperluan rumah atau kost, dan transportasi.

Setelah itu, 30% disisihkan dalam rekening saving yang bisa berupa tabungan, dana darurat, dan investasi. Sedangkan, 20% sisanya bisa dialokasikan dalam rekening playing untuk memenuhi kebutuhan hiburan yang tentu tak kalah penting,” ujar Prita.

Prita menambahkan, kini masyarakat semakin mudah untuk memanfaatkan layanan pembayaran digital, termasuk dalam memenuhi kebutuhan transfer alokasi rekening. Salah satunya adalah melalui layanan transfer dari ShopeePay yang bisa digunakan untuk Transfer Ke Mana Pun.

Dengan komitmen menghadirkan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi, ShopeePay menawarkan fitur dan layanan transfer kepada sesama pengguna ShopeePay dan ke rekening bank dengan keuntungan bebas biaya admin dan tanpa batas kuota transfer setiap harinya. Sehingga, tak hanya praktis, tetapi alokasi pendapatan ke rekening yang berbeda-beda menjadi semakin ekonomis.

2. Tanamkan mindset ‘start small, start now’ dalam berinvestasi

Berinvestasi membuka peluang bagi para first jobber untuk menambah nilai serta jumlah aset yang dimiliki. Tak perlu khawatir, instrumen investasi kini hadir dengan makin beragam, seperti saham, reksa dana, emas, dan masih banyak lagi.

Banyaknya pilihan investasi bisa membuat para first jobber yang belum familier menjadi ragu untuk memulai. Mengatasi kendala tersebut, first jobber sebaiknya fokus pada proses belajar dan memantapkan hati untuk berani memulai. Sebagai langkah awal, mulailah dengan membandingkan risiko antarinstrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan finansial.

Prita menambahkan, “Saat ini, membeli produk investasi sudah semakin mudah. Dengan modal dana mulai dari puluhan ribu rupiah saja, first jobber bisa mulai berinvestasi. Selain itu, akses untuk belajar agar lebih memahami risiko juga makin terbuka. Mulai dari kehadiran berbagai platform online, hingga manajer investasi yang bisa membantu mengelola aset kita. Terlepas dari pilihan instrumen dan jumlah nominalnya, yang terpenting adalah berani memulai terlebih dahulu.”

3. Tetapkan tujuan finansial jangka pendek dan panjang

Tujuan finansial kerap diasosiasikan dengan jumlah nominal harta yang ingin dimiliki. Padahal, tujuan finansial turut melibatkan tujuan hidup yang dikehendaki serta kapan mau dicapai. Sebagai first jobber, penting untuk menentukan tujuan ini agar keputusan finansial tetap terkontrol. Tujuan dalam waktu dekat bisa dikategorikan sebagai jangka pendek, seperti wish list barang yang ingin dibeli, hingga dana liburan.

Sedangkan tujuan jangka panjang bisa berupa impian-impian seperti membangun rumah, mengumpulkan modal bisnis, atau bahkan rencana pensiun di hari tua. “Mulailah mengevaluasi kondisi finansial yang dimiliki seperti jumlah tabungan, dana darurat, utang, dan penghasilan. Setelah itu, tujuan finansial bisa ditentukan sesuai kebutuhan dan keinginan. Sehingga, strategi bisa disusun dengan memperhitungkan tujuan dan kondisi terkini,” tambah Prita.

4. Bangun kebiasaan finansial dengan memanfaatkan teknologi

Kehadiran teknologi dapat membuat realisasi perencanaan keuangan semakin mudah dan terstruktur. Segala kebutuhan finansial bisa dipenuhi melalui segenggam smartphone yang tak terbatas oleh jarak dan waktu. Mulai dari aplikasi investasi, layanan pembayaran digital dengan fitur dan kampanyenya, hingga transaksi sesederhana mentransfer uang telah menjadi gaya hidup sehari-hari yang memanfaatkan teknologi.

Menurut Prita, membuat sistem otomatis berbasis teknologi bisa menjadi trik efektif bagi para profesional muda. Misalnya, membuat to-do-list dan reminder transfer ke rekening tabungan setiap waktu gajian tiba untuk membangun rutinitas finansial yang semakin teratur dan disiplin.

Transfer Ke Mana Pun Gratis Tanpa Batas Pakai ShopeePay

“Kemudahan Transfer Ke Mana Pun yang dihadirkan oleh ShopeePay menjadi solusi ekonomis bagi para first jobber untuk mulai menerapkan perencanaan finansial dengan praktis dan nyaman. Tak hanya itu, teknologi dan fitur yang dihadirkan ShopeePay bisa memudahkan kegiatan mencatat pengeluaran yang juga penting dalam perencanaan keuangan. Pengeluaran yang tercatat bisa dievaluasi mengacu pada perencanaan yang telah dirancang sebelumnya. Sehingga ke depannya, first jobber dapat menyusun strategi keuangan yang semakin ideal,” pungkas Prita.

Mendukung perencanaan finansial yang semakin praktis, ShopeePay menawarkan fitur dan layanan transfer bagi pengguna untuk kebutuhan transfer ke sesama pengguna ShopeePay serta ke rekening bank dengan bebas biaya admin. Semakin menguntungkan, pengguna berkesempatan mendapatkan bonus dengan jumlah total dua miliar rupiah melalui kampanye ShopeePay 2 Miliar yang berlangsung mulai 16 Mei hingga 19 Juni mendatang.

SHARE
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Life Tips

Ini Tips Cara Penentuan Harga Jual Produk di UMKM

ShopeePay dan ukmindonesia.id hadirkan sesi pelatihan kedua dari seri pelatihan gratis bagi UMKM yang dihadiri oleh Musa Fernandus, Trainer dan Financial Consultant ukmindonesia.id; Nova Dewi, Founder Suwe Ora Jamu; Eka Nilam Dari, Head of Business and Partnerships ShopeePay; dan Gilang Ageng, CEO ukmindonesia.id

Avatar

Published

on

Serbapromosi.co – ShopeePay kembali menghadirkan pelatihan virtual yang merupakan kelanjutan dari peluncuran buku panduan UMKM “Bisnis Bangkit Bersama ShopeePay”. Pelatihan kedua ini mengusung topik Strategi Penentuan Harga Jual Produk pada Kanal Digital dan Strategi Mengembangkan Bisnis Bersama ShopeePay.

Beberapa pembicara ahli turut hadir, yakni Nova Dewi, Founder Suwe Ora Jamu; Musa Fernandus, Financial Consultant dan Eka Nilam Dari, Head of Business and Partnerships ShopeePay. Pelatihan ini tentunya sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM dalam menyediakan berbagai solusi dan dukungan bagi UMKM lokal agar bisa berkembang dan berdaya melalui teknologi.

Eka Nilam Dari, Head of Business and Partnerships ShopeePay mengatakan, “UMKM merupakan salah satu tulang punggung dan roda penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusinya yang mencapai kisaran 61% terhadap PDB nasional.1 Namun, banyak hal yang harus dilakukan UMKM untuk dapat bersaing dan bertahan di tengah derasnya kompetisi pasar, mulai dari branding yang kuat, strategi promosi yang tepat, pemilihan kanal penjualan, hingga penentuan harga jual produk yang sesuai dengan konsumen yang disasar. Untuk itu, sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM, ShopeePay bersama ukmindonesia.id mengemas berbagai tantangan tersebut ke dalam sebuah buku panduan yang mudah diakses, dibarengi dengan seri pelatihan UMKM gratis, yang kali ini membahas tentang cara menentukan harga jual produk pada kanal digital.”

Musa Fernandus, Trainer dan Financial Consultant ukmindonesia.id menambahkan, “Penentuan harga jual produk yang tepat berperan penting dalam memaksimalkan penjualan sebuah brand dan kunci mendapatkan laba yang diinginkan. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang mendalam dan strategi yang tepat dalam menentukan harga produk yang sesuai dengan target konsumen serta pasar”.

Tiga Kunci Utama dalam Penentuan Harga Produk

Dalam sesi pelatihan tersebut, ada 3 kunci utama yang harus diingat oleh setiap pelaku usaha dalam menentukan harga jual produk yang tepat:

1. Ingat! Penentu Harga Jual Bukan hanya Modal dan Keuntungan
Mendapatkan keuntungan adalah salah satu tujuan dari setiap pemilik bisnis, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya penentu dari harga produk yang ditetapkan. Selain ada perhitungan pada harga pokok bahan yang digunakan dan keuntungan yang ingin didapat, diperlukan juga pemahaman tentang keunggulan produk yang ditawarkan di pasar.

Untuk itu, Anda perlu mencermati keunggulan produk dan keunikan yang ditawarkan terlebih dulu. Setelah itu, amati kelangkaan dan permintaan pelanggan, lalu tentukan harga yang tepat. Semakin unik dan langka produk Anda, semakin leluasa juga Anda dalam menentukan harga yang diinginkan.

2. Lakukan Evaluasi Harga secara Berkala
Dari waktu ke waktu, kondisi pasar cenderung berubah-ubah mengikuti permintaan dan kesediaan barang. Untuk itu, harga jual produk yang ditentukan pada saat awal membangun bisnis pun harus secara berkala disesuaikan agar tidak merugi.

Lakukan evaluasi terhadap harga yang Anda tawarkan dengan harga yang ada di pasar, dan jangan ragu untuk melakukan penyesuaian harga jika diperlukan.

Riset yang dilakukan secara rutin juga bisa membantu Anda dalam menentukan posisi produk Anda, dibandingkan dengan kompetitor di industri yang sama.

3. Tambah Nilai Jual Produk dengan Berinovasi
Selain memikirkan bagaimana cara menentukan harga jual dan melakukan evaluasi harga secara berkala, pelaku bisnis juga dapat menambahkan nilai jual produknya dengan melakukan inovasi.

Cara inovasinya pun beragam, mulai dari meningkatkan kualitas produk, layanan pelanggan, atau menghadirkan varian produk baru. Dengan melakukan banyak inovasi, nilai jual produk dari suatu bisnis dapat terus meningkat, semakin bersaing, dan semakin diminati oleh banyak pelanggan.

Untuk mendukung UMKM dari sektor mikro semakin bertumbuh dan berdaya di era digital, ShopeePay menghadirkan fitur Transfer ShopeePay yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha yang masih berjualan di media sosial dan mengandalkan metode transfer untuk kebutuhan transaksi pelanggannya.

Fitur ini memberikan keuntungan berupa layanan transfer bank tanpa biaya admin, tanpa batas kuota transfer setiap harinya, dan langsung sampai ke sesama pengguna ShopeePay atau berbagai rekening bank. ShopeePay juga menghadirkan fitur ShopeePay THR yang bisa dimanfaatkan pemilik usaha di berbagai inisiatif yang mereka lakukan untuk menarik konsumen, misalnya kompetisi atau giveaway melalui media sosial.

Dengan fitur ini, mereka bisa mengirimkan saldo ShopeePay kepada karyawan atau pelanggan dengan mudah. Mereka juga bisa mendapat keuntungan dan mendapatkan bonus sampai dengan jutaan rupiah lewat penggunaan fitur ini.

Untuk para pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi, silakan merujuk pada informasi lebih lanjut yang ada pada akun Instagram @ukmindonesiaid dan melakukan registrasi.

SHARE
Continue Reading

Life Tips

Konsep Utama Membangun Branding yang Kuat Ala ShopeePay dan ukmindonesia.id

ShopeePay dan ukmindonesia.id hadirkan sesi pertama seri pelatihan gratis bagi UMKM yang dihadiri oleh Maulana Hakim selaku CEO TEGUK Indonesia, Samuel Alexander selaku Trainer dan Brand Consultant dari ukmindonesia.id, Lala Eka Nilam selaku Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, dan Gilang Ageng selaku CEO ukmindonesia.id

Avatar

Published

on

Serbapromosi.coShopeePay bersama dengan ukmindonesia.id, menghadirkan pelatihan virtual pertama dari seri pelatihan gratis yang diperuntukan bagi para pelaku UMKM. Seri pelatihan ini merupakan kelanjutan dari peluncuran buku panduan UMKM gratis berjudul “Bisnis Bangkit Bersama ShopeePay”.

Pelatihan ini mengusung topik “Rumus Membangun Branding untuk Perluas Pasar secara Digital” yang menghadirkan pembicara ahli seperti Samuel Alexander selaku Trainer dan Brand Consultant dari ukmindonesia.id dan Maulana Hakim selaku CEO TEGUK Indonesia.

Hal ini juga sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM dalam menyediakan berbagai solusi dan dukungan bagi UMKM lokal agar bisa berkembang dan berdaya melalui teknologi.

Lala Eka Nilam, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay mengatakan, “UMKM merupakan tulang punggung dan roda penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data dari survei Bank Indonesia, ada sekitar 87,5% dari jumlah UMKM di Indonesia yang terdampak selama periode pandemi. Oleh karena itu, sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM, kami ingin menghadirkan dukungan berupa seri pelatihan UMKM gratis yang bisa menjadi sarana berbagi ilmu dan informasi mengenai cara mengembangkan bisnis. Dengan menggandeng ukmindonesia.id, kami ingin mengantarkan UMKM di seluruh Indonesia untuk dapat naik kelas dan tumbuh ke tingkat selanjutnya.”

Gilang Ageng, CEO ukmindonesia.id menambahkan, “Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan ShopeePay dalam mengadakan seri pelatihan yang terbuka untuk seluruh pelaku UMKM di Indonesia. Pelatihan ini kami berikan secara gratis, dan akan diadakan setiap bulannya mulai dari Juli hingga Oktober 2022. Selain topik branding yang dibahas hari ini, akan dihadirkan berbagai topik lainnya seperti strategi penentuan harga jual produk, strategi promosi melalui konten digital, dan strategi kolaborasi untuk tingkatkan penjualan. Kami harap seri pelatihan ini dapat menjadi batu loncatan bagi para pelaku UMKM untuk dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang semakin progresif.”

Konsep utama dalam membangun branding yang kuat

Samuel Alexander, Trainer dan Brand Consultant dari ukmindonesia.id yang menjadi pembicara pada sesi pelatihan tersebut sebagai pelatih ahli untuk topik branding menyebutkan tiga konsep utama yang harus dipahami setiap pelaku usaha apabila ingin membangun konsep branding yang efektif dan tepat sasaran:

Rancang konsep yang unik dan orisinil

Salah satu ciri usaha yang sukses adalah usaha yang memiliki konsep bisnis ataupun branding yang unik dan orisinil. Konsep tersebut sebaiknya dirancang untuk menyampaikan pesan positif atau menimbulkan perasaan senang ketika dihadapkan dengan konsumen, sehingga produk atau jasa yang dijual akan diasosiasikan dengan hal yang positif dan memiliki daya ikat yang kuat di pasar.

Sesuaikan branding pada seluruh kanal komunikasi dengan konsumen

Ketika sudah memiliki konsep yang unik, pastikan bahwa konsep tersebut tersampaikan dengan baik kepada konsumen melalui seluruh kanal komunikasi yang dimiliki. Perlu diingat bahwa branding tidak hanya terbatas pada desain logo atau kemasan produk saja, namun juga mencakup gaya bahasa dan topik yang disampaikan pada berbagai kanal komunikasi seperti spanduk, pamflet, media sosial, dan sebagainya.

Jadikan konsistensi dan inovasi sebagai senjata utama

Sebuah usaha dapat bertahan lama apabila mengedepankan konsistensi dalam berbagai aspek seperti kualitas dan pelayanan yang baik. Namun, diperlukan juga kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi terkait dengan branding usaha dari waktu ke waktu.

Dengan pembaruan branding secara berkala, pesona merek usaha tersebut akan berpotensi menjadi semakin kuat dan semakin menempel dalam ingatan konsumen.

Nah, untuk mendukung UMKM dari sektor mikro semakin bertumbuh dan berdaya di era digital, selain menawarkan berbagai fitur seperti ShopeePay Sekitarmu dan Upload QRIS dari Galeri Ponsel, kini ShopeePay pun menghadirkan fitur Transfer ShopeePay yang berguna bagi pelaku usaha yang belum memiliki gerai offline dan masih mengandalkan media sosial atau metode transfer untuk kebutuhan transaksinya.

Fitur Transfer ShopeePay memungkinkan konsumen UMKM untuk dapat menikmati layanan transfer bank tanpa biaya admin atau batas kuota transfer setiap harinya, dan langsung sampai ke sesama pengguna ShopeePay dan berbagai rekening bank.

SHARE
Continue Reading

ngeHITZ