Connect with us

Life Tips

Covid-19 Makin Ngeri! Hindari 9 Aktivitas Ini Biar Tidak Tertular

Avatar

Published

on

Covid-19 Makin Ngeri! Hindari 9 Aktivitas Ini Biar Tidak Tertular

Serbapromosi.co – Belakangan kasus covid-19 kembali menggila di tanah air, dimana jumlah yang terkena atau tertular melonjak tinggi. Tercatat ada penambahan 13 ribu kasus dalam sehari pada Minggu kemarin, (20/6/2021). Banyak anggapan jika mobilitas warga yang tidak terkontrol menjadi salah satu pemicunya.

Kondisi ini tentunya berdampak pada pelayanan kesehatan, dimana para pakar memperkirakan bahwa fasilitas kesehatan bakal kolaps dalam 2-4 pekan jika ledakan kasus COVID-19 kali ini tidak diantisipasi.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi beban layanan kesehatan? Tentu saja diantaranya dengan menghindar dari tertular dan menularkan covid-19 ini.

Inilah beberapa aktivitas yang berisiko menularkan dan tertular Covid-19, hingga harus kita hindari:

1. Makan di restoran
Berada di ruangan bersama banyak orang, meski sudah menjaga jarak, tetap berisiko saling menularkan karena virus bisa bersirkulasi. Terlebih, masker akan selalu terbuka saat makan. Dan seringnya, anjuran untuk jaga jarak terlupakan ketika sedang asyik makan bersama.

2. Naik pesawat
Melakukan perjalanan menggunakan pesawat merupakan salah satu aktivitas paling berisiko terhadap penularan COVID-19. Salah satu alasan mengapa naik pesawat masuk ke dalam kategori aktivitas berisiko adalah karena bandara tentunya akan dipenuhi oleh orang-orang dari berbagai daerah atau negara.

Orang-orang tersebut bisa saja datang dari area yang berisiko tinggi, sehingga rentan membawa virus Corona. Selain itu, sirkulasi udara di dalam pesawat yang terbatas dapat meningkatkan potensi menularkan virus lebih cepat.

Baca juga: Cantiknya Pakaian Adat Indonesia, NKRI Harga Mati!

3. Bertemu kerabat
Merasa saling kenal kerap membuat abai terhadap risiko penularan. Risiko penularan meningkat ketika masker diturunkan, lalu cipika-cipiki hingga tidak berjarak. Tanpa harus sedekat itu pun, berkerumun dengan kerabat atau kenalan di dalam ruangan juga meningkatkan risiko.

4. Ngegym
Lagi-lagi, risiko penularan di ruang tertutup. Gym dengan pendingin ruangan sangat memungkinkan virus bersirkulasi, apalagi jika banyak yang melepas masker agar lebih nyaman bernapas. Ditambah lagi, kebiasaan buruk tidak langsung membersihkan setelah menggunakan alat tertentu.

5. Berbelanja
Belanja ke supermarket merupakan aktivitas rutin yang sebenarnya berisiko tinggi menularkan COVID-19. Namun, sejatinya risiko penularan virus Corona saat berbelanja bisa dikurangi dengan memilih tempat belanja yang tidak ramai.

Saat memutuskan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, kamu bisa memilih waktu belanja saat hari kerja untuk menghindari kerumunan seperti saat akhir pekan.

Baca juga: Nama Unik Jajanan Kuliner Indonesia, Jangan-Jangan Kamu Baru Tahu!

6. Pergi ke salon
Pergi ke salon memang tampak sebagai aktivitas yang aman-aman saja. Padahal, sebenarnya salon justru bisa menjadi tempat yang rentan terhadap penularan COVID-19. Pasalnya, saat mendapatkan treatment di salon, kamu dan penata rambut tentunya akan berada sangat dekat dengan satu sama lain.

Namun, saat tetap ingin ke salon, kamu bisa memilih salon yang memiliki sirkulasi udara yang baik, seperti yang memiliki ventilasi udara, memiliki pendingin ruangan atau kipas.

7. Hadir ke pesta pernikahan
Beberapa waktu belakangan, sudah banyak pasangan yang mengadakan pesta pernikahan. Meski pesta tersebut digelar dengan menaati protokol kesehatan yang berlaku, pesta pernikahan sebenarnya merupakan lokasi berisiko tinggi terhadap paparan COVID-19, apalagi jika diadakan di ruangan tertutup minim sirkulasi udara.

Menghadiri pesta pernikahan di masa pandemi berisiko tinggi menularkan virus Corona. Sebab, virus akan lebih mudah menyebar melalui udara dan kebijakan jaga jarak akan sulit diterapkan karena banyaknya tamu yang diundang.

8. Membiarkan anak bermain dengan teman-temannya
Dalam kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini sebaiknya membatasi pergaulan anak, dalam bermain bersama temannya. Baru-baru ini sudah mulai terdeteksi banyak anak-anak yang ternyata positif covid-19. Memang anak-anak ini lebih minim resiko dari covid, tetapi sangat potensial untuk menularkan covid-19 ke orang tuanya.

9. Bermain di Tempat Wisata
Meski dipandang aman, tetapi bemain di tempat wisata pun punya resiko tertular covid-19. Pasalnya di lokasi wisata ini banyak pengunjung dari berbagai wilayah/daerah yang tidak bisa diketahui kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Bisa jadi mereka itu pembawa virus COVID-19, yang bisa menularkan ke kita.

Maka sebaiknya dalam kondisi seperti ini, hindarilah dulu tempat wisata, biar keluarga anda aman dan tetap sehat.

Demikian beberapa aktivitas yang sebaiknya kita hindari di kala pandemi COVID-19 yang makin menggila seperti saat ini. Salam sehat buat semua!

 

sumber

SHARE
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Life Tips

Ini Tips Cara Penentuan Harga Jual Produk di UMKM

ShopeePay dan ukmindonesia.id hadirkan sesi pelatihan kedua dari seri pelatihan gratis bagi UMKM yang dihadiri oleh Musa Fernandus, Trainer dan Financial Consultant ukmindonesia.id; Nova Dewi, Founder Suwe Ora Jamu; Eka Nilam Dari, Head of Business and Partnerships ShopeePay; dan Gilang Ageng, CEO ukmindonesia.id

Avatar

Published

on

Serbapromosi.co – ShopeePay kembali menghadirkan pelatihan virtual yang merupakan kelanjutan dari peluncuran buku panduan UMKM “Bisnis Bangkit Bersama ShopeePay”. Pelatihan kedua ini mengusung topik Strategi Penentuan Harga Jual Produk pada Kanal Digital dan Strategi Mengembangkan Bisnis Bersama ShopeePay.

Beberapa pembicara ahli turut hadir, yakni Nova Dewi, Founder Suwe Ora Jamu; Musa Fernandus, Financial Consultant dan Eka Nilam Dari, Head of Business and Partnerships ShopeePay. Pelatihan ini tentunya sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM dalam menyediakan berbagai solusi dan dukungan bagi UMKM lokal agar bisa berkembang dan berdaya melalui teknologi.

Eka Nilam Dari, Head of Business and Partnerships ShopeePay mengatakan, “UMKM merupakan salah satu tulang punggung dan roda penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusinya yang mencapai kisaran 61% terhadap PDB nasional.1 Namun, banyak hal yang harus dilakukan UMKM untuk dapat bersaing dan bertahan di tengah derasnya kompetisi pasar, mulai dari branding yang kuat, strategi promosi yang tepat, pemilihan kanal penjualan, hingga penentuan harga jual produk yang sesuai dengan konsumen yang disasar. Untuk itu, sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM, ShopeePay bersama ukmindonesia.id mengemas berbagai tantangan tersebut ke dalam sebuah buku panduan yang mudah diakses, dibarengi dengan seri pelatihan UMKM gratis, yang kali ini membahas tentang cara menentukan harga jual produk pada kanal digital.”

Musa Fernandus, Trainer dan Financial Consultant ukmindonesia.id menambahkan, “Penentuan harga jual produk yang tepat berperan penting dalam memaksimalkan penjualan sebuah brand dan kunci mendapatkan laba yang diinginkan. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang mendalam dan strategi yang tepat dalam menentukan harga produk yang sesuai dengan target konsumen serta pasar”.

Tiga Kunci Utama dalam Penentuan Harga Produk

Dalam sesi pelatihan tersebut, ada 3 kunci utama yang harus diingat oleh setiap pelaku usaha dalam menentukan harga jual produk yang tepat:

1. Ingat! Penentu Harga Jual Bukan hanya Modal dan Keuntungan
Mendapatkan keuntungan adalah salah satu tujuan dari setiap pemilik bisnis, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya penentu dari harga produk yang ditetapkan. Selain ada perhitungan pada harga pokok bahan yang digunakan dan keuntungan yang ingin didapat, diperlukan juga pemahaman tentang keunggulan produk yang ditawarkan di pasar.

Untuk itu, Anda perlu mencermati keunggulan produk dan keunikan yang ditawarkan terlebih dulu. Setelah itu, amati kelangkaan dan permintaan pelanggan, lalu tentukan harga yang tepat. Semakin unik dan langka produk Anda, semakin leluasa juga Anda dalam menentukan harga yang diinginkan.

2. Lakukan Evaluasi Harga secara Berkala
Dari waktu ke waktu, kondisi pasar cenderung berubah-ubah mengikuti permintaan dan kesediaan barang. Untuk itu, harga jual produk yang ditentukan pada saat awal membangun bisnis pun harus secara berkala disesuaikan agar tidak merugi.

Lakukan evaluasi terhadap harga yang Anda tawarkan dengan harga yang ada di pasar, dan jangan ragu untuk melakukan penyesuaian harga jika diperlukan.

Riset yang dilakukan secara rutin juga bisa membantu Anda dalam menentukan posisi produk Anda, dibandingkan dengan kompetitor di industri yang sama.

3. Tambah Nilai Jual Produk dengan Berinovasi
Selain memikirkan bagaimana cara menentukan harga jual dan melakukan evaluasi harga secara berkala, pelaku bisnis juga dapat menambahkan nilai jual produknya dengan melakukan inovasi.

Cara inovasinya pun beragam, mulai dari meningkatkan kualitas produk, layanan pelanggan, atau menghadirkan varian produk baru. Dengan melakukan banyak inovasi, nilai jual produk dari suatu bisnis dapat terus meningkat, semakin bersaing, dan semakin diminati oleh banyak pelanggan.

Untuk mendukung UMKM dari sektor mikro semakin bertumbuh dan berdaya di era digital, ShopeePay menghadirkan fitur Transfer ShopeePay yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha yang masih berjualan di media sosial dan mengandalkan metode transfer untuk kebutuhan transaksi pelanggannya.

Fitur ini memberikan keuntungan berupa layanan transfer bank tanpa biaya admin, tanpa batas kuota transfer setiap harinya, dan langsung sampai ke sesama pengguna ShopeePay atau berbagai rekening bank. ShopeePay juga menghadirkan fitur ShopeePay THR yang bisa dimanfaatkan pemilik usaha di berbagai inisiatif yang mereka lakukan untuk menarik konsumen, misalnya kompetisi atau giveaway melalui media sosial.

Dengan fitur ini, mereka bisa mengirimkan saldo ShopeePay kepada karyawan atau pelanggan dengan mudah. Mereka juga bisa mendapat keuntungan dan mendapatkan bonus sampai dengan jutaan rupiah lewat penggunaan fitur ini.

Untuk para pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi, silakan merujuk pada informasi lebih lanjut yang ada pada akun Instagram @ukmindonesiaid dan melakukan registrasi.

SHARE
Continue Reading

Life Tips

Konsep Utama Membangun Branding yang Kuat Ala ShopeePay dan ukmindonesia.id

ShopeePay dan ukmindonesia.id hadirkan sesi pertama seri pelatihan gratis bagi UMKM yang dihadiri oleh Maulana Hakim selaku CEO TEGUK Indonesia, Samuel Alexander selaku Trainer dan Brand Consultant dari ukmindonesia.id, Lala Eka Nilam selaku Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, dan Gilang Ageng selaku CEO ukmindonesia.id

Avatar

Published

on

Serbapromosi.coShopeePay bersama dengan ukmindonesia.id, menghadirkan pelatihan virtual pertama dari seri pelatihan gratis yang diperuntukan bagi para pelaku UMKM. Seri pelatihan ini merupakan kelanjutan dari peluncuran buku panduan UMKM gratis berjudul “Bisnis Bangkit Bersama ShopeePay”.

Pelatihan ini mengusung topik “Rumus Membangun Branding untuk Perluas Pasar secara Digital” yang menghadirkan pembicara ahli seperti Samuel Alexander selaku Trainer dan Brand Consultant dari ukmindonesia.id dan Maulana Hakim selaku CEO TEGUK Indonesia.

Hal ini juga sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM dalam menyediakan berbagai solusi dan dukungan bagi UMKM lokal agar bisa berkembang dan berdaya melalui teknologi.

Lala Eka Nilam, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay mengatakan, “UMKM merupakan tulang punggung dan roda penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data dari survei Bank Indonesia, ada sekitar 87,5% dari jumlah UMKM di Indonesia yang terdampak selama periode pandemi. Oleh karena itu, sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM, kami ingin menghadirkan dukungan berupa seri pelatihan UMKM gratis yang bisa menjadi sarana berbagi ilmu dan informasi mengenai cara mengembangkan bisnis. Dengan menggandeng ukmindonesia.id, kami ingin mengantarkan UMKM di seluruh Indonesia untuk dapat naik kelas dan tumbuh ke tingkat selanjutnya.”

Gilang Ageng, CEO ukmindonesia.id menambahkan, “Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan ShopeePay dalam mengadakan seri pelatihan yang terbuka untuk seluruh pelaku UMKM di Indonesia. Pelatihan ini kami berikan secara gratis, dan akan diadakan setiap bulannya mulai dari Juli hingga Oktober 2022. Selain topik branding yang dibahas hari ini, akan dihadirkan berbagai topik lainnya seperti strategi penentuan harga jual produk, strategi promosi melalui konten digital, dan strategi kolaborasi untuk tingkatkan penjualan. Kami harap seri pelatihan ini dapat menjadi batu loncatan bagi para pelaku UMKM untuk dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang semakin progresif.”

Konsep utama dalam membangun branding yang kuat

Samuel Alexander, Trainer dan Brand Consultant dari ukmindonesia.id yang menjadi pembicara pada sesi pelatihan tersebut sebagai pelatih ahli untuk topik branding menyebutkan tiga konsep utama yang harus dipahami setiap pelaku usaha apabila ingin membangun konsep branding yang efektif dan tepat sasaran:

Rancang konsep yang unik dan orisinil

Salah satu ciri usaha yang sukses adalah usaha yang memiliki konsep bisnis ataupun branding yang unik dan orisinil. Konsep tersebut sebaiknya dirancang untuk menyampaikan pesan positif atau menimbulkan perasaan senang ketika dihadapkan dengan konsumen, sehingga produk atau jasa yang dijual akan diasosiasikan dengan hal yang positif dan memiliki daya ikat yang kuat di pasar.

Sesuaikan branding pada seluruh kanal komunikasi dengan konsumen

Ketika sudah memiliki konsep yang unik, pastikan bahwa konsep tersebut tersampaikan dengan baik kepada konsumen melalui seluruh kanal komunikasi yang dimiliki. Perlu diingat bahwa branding tidak hanya terbatas pada desain logo atau kemasan produk saja, namun juga mencakup gaya bahasa dan topik yang disampaikan pada berbagai kanal komunikasi seperti spanduk, pamflet, media sosial, dan sebagainya.

Jadikan konsistensi dan inovasi sebagai senjata utama

Sebuah usaha dapat bertahan lama apabila mengedepankan konsistensi dalam berbagai aspek seperti kualitas dan pelayanan yang baik. Namun, diperlukan juga kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi terkait dengan branding usaha dari waktu ke waktu.

Dengan pembaruan branding secara berkala, pesona merek usaha tersebut akan berpotensi menjadi semakin kuat dan semakin menempel dalam ingatan konsumen.

Nah, untuk mendukung UMKM dari sektor mikro semakin bertumbuh dan berdaya di era digital, selain menawarkan berbagai fitur seperti ShopeePay Sekitarmu dan Upload QRIS dari Galeri Ponsel, kini ShopeePay pun menghadirkan fitur Transfer ShopeePay yang berguna bagi pelaku usaha yang belum memiliki gerai offline dan masih mengandalkan media sosial atau metode transfer untuk kebutuhan transaksinya.

Fitur Transfer ShopeePay memungkinkan konsumen UMKM untuk dapat menikmati layanan transfer bank tanpa biaya admin atau batas kuota transfer setiap harinya, dan langsung sampai ke sesama pengguna ShopeePay dan berbagai rekening bank.

SHARE
Continue Reading

ngeHITZ